Kondisi Terkini Kasus Covid-19 Di Kabupaten Sintang

0 81

INIBORNEO.COM, Sintang – Penjabat Sementara Bupati Sintang Ir. Florentinus Anum, M. Si mengatakan bahwa Virus Corona yang terjadi sekarang ini sejak Maret hingga November 2020 ini sudah memberikan dampak yang sangat tidak baik bagi seluruh sendi kehidupan kita.

“Untuk mengatasi masalah pandemi ini, tentunya Pemerintah Kabupaten Sintang tidak bisa bekerja sendiri, perlu kerjasama dan gotong royong dari masyarakat. Jadi partisipasi banyak pihak sangat diperlukan dalam menangani Virus ini. Kita bersama-sama fokus memutus mata rantai penularan Covid-19,” kata Florentinus Anum saat memimpin jalannya rakor Pemkab Sintang dengan jajaran perusahaan perkebunan di Pendopo Bupati Sintang.

Lebih lanjut Florentinus Anum mengatakan bahwa untuk saat ini Kabupaten Sintang berada di zona orange, tetapi dari data itu, tersisa pesentase sebesar 0,2 persen saja untuk masuk ke zona merah.

“Kita harap jangan sampai kita Sintang masuk zona merah. Sampai sekarang penularan covid-19 di Kabupaten Sintang hanya  ada dua cara yakni orang dari luar yang menularkan kepada orang Sintang dan orang Sintang yang baru melakukan perjalanan dari luar,” tambahnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang dr Harisinto Linoh menjelaskan bahwa sejak kasus Covid-19 muncul di Kabupaten Sintang, sudah terkonfirmasi ada 333 orang yang terkonfirmasi positif.

“Dari 333 orang tersebut, ada 259 yang sudah sembuh, 4 orang meninggal dunia dan saat ini ada 69 orang di Ruang Isolasi Mandiri dan 1 orang dirawat di Ruang Isolasi Khusus RSUD AM Djoen Sintang. Seluruhnya masyarakat Kabupaten Sintang, 14 kecamatan sudah terpapar covid-19. Tetapi yang terbanyak Kecamatan Sintang sebanyak 297 orang. Dalam satu minggu ini, kami sudah melakukan rapid tes terhadap  606 orang, dan 18 orang reaktif, non reaktif 586 orang. Orang Tanpa Gejala  atau orang yang kontak erat dengan pasien yang positf sebanyak 1. 949 orang. Yang di swab minggu ini ada 199 orang, yang positif ada 43 orang. Minggu ini ada dua pasien yang meninggal,” jelasnya.

Lebih jauh Harison Linoh mengatakan bahwa sejak April 2020 hingga sekarang, sudah melakukan rapid tes terhadap 20.324 orang. Melakukan swab terhadap 7.630 orang. Yang terkonfirmasi positif sebanyak 333 orang. Dari 20.324 orang yang di rapid tes, 2.000 yang reaktif. Hingga sekarang sudah 58 tenaga kesehatan di Kabupaten Sintang yang terpapar Covid-19, dan saat ini masih 13 orang tenaga kesehatan yang sedang dirawat. Yang lain sudah sembuh.

“Dari grafik kasus yang ada, bulan Oktober 2020 merupakan kasus tertinggi karena terjadi 87 kasus terkonfirmasi dalam satu minggu. Dari grafik ini, belum ada tanda penurunan kasus di Kabupaten Sintang. Diperkirakan akan menurun pada Januari sampai Maret 2021,” terang Harisinto Linoh.

Wakil Ketua DPRD Sintang Heri Jambri menyampaikan memberikan apresiasi atas keikutsertaan perusahaan dalam menerapkan protokol kesehatan terhadap karyawanya.

“Saya tahu, seluruh karyawan perusahaan sudah menerapkan protokol dengan baik. Saya mohon seluruh perusahaan untuk jangan kendor dalam menerapkan protokol kesehatan ini. Kami secara kelembagaan DPRD Sintang juga memberikan apresiasi dan penghargaan kepada perusahaan perkebunan karena selama pandemi Covid-19 ini, kami tidak mendengar informasi perusahaan yang melakukan kebijakan merumahkan karyawan. Ini sangat membantu masyarakat. Sintang ini letaknya sangat strategis dan menjadi persinggahan orang sehingga sangat rawan untuk menjadi tertular oleh orang yang berasal dari luar dan singgah atau datang ke Sintang. Mohon juga perusahaan bisa membantu proses distribusi logistik pilkada,” terang Heri Jambri.

Comments
Loading...