Kasus “Tilang” di Kamar Hotel, Kapolresta: Kita Serius Tangani, Jika Benar Itu Mencoreng Citra Polri

Brigadir DY Melanggar Disiplin karena Bukan Anggota Lapangan

0 130

INIBORNEO.COM, Pontianak – Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Komarudin memastikan akan serius menangani kasus dugaan persetubuhan yang dilakukan oknum anggota Satuan Lalu Lintas (Satantas) Polresta Pontianak, Brigadir DY terhadap SW, siswi SMP yang masih berusia 15 tahun.

Menurutnya, jika memang benar apa yang dilakukan Brigadir DY terhadap anak di bawah umur, berarti dia telah mencoreng citra Polri di tengah gencarnya upaya-upaya profesionalitas yang dilakukan.

“Kalau ada oknum yang mencoreng citra Polri, saya pastikan kita serius menangani permasalahan ini,” katanya kepada sejumlah wartawan, Jumat (18/9/2020.

Ia melanjutkan, setelah dilakukan pendalaman diketahui bahwa Brigadir DY telah melanggar disiplin. Karena dia bukan anggota lapangan. Melainkan anggota bagian staf. Tetapi saat kejadian dan dilaporkan dia, sedang berada di lapangan.

“Kita masih menunggu hasil pemeriksaan,” kata Komarudin.

Sebagaimana diketahui, siswi SMP berinisial SW bersama YF tertangkap tidak menggunakan helm ganda di Jalan Sultan Hamid, dekat Simpang Garuda. Keduanya pun dibawa Pos Garuda untuk ditilang. Namun, bukan penilangan seperti pada umumnya. Salah seorang pelanggar lalu lintas ini justru “ditilang” di kamar hotel.

SW menjadi korban asusila oleh Brigadir DY yang saat itu sedang berada di lapangan. Mulanya, pada Selasa, 15 September 2020 sore hari SW tak kunjung kembali ke rumahnya di Kabupaten Mempawah. Orangtua korban yang cemas pun melakukan pencarian. Pihak keluarga bertemu dengan YF, yang sebelumnya mereka bersama-sama berangkat dari Mempawah menuju Kota Pontianak.

Setelah bertemu dengan orangtuanya, korban menceritakan semua yang dialami. Kemudian, Selasa itu sekira pukul 21.00 Wib, korban bersama orangtua datang ke SPKT Polresta Pontianak untuk melaporkan adanya tindakan asusila yang diduga dilakukan oleh Brigadir DY.

“Berawal dari sanalah kami lakukan pemeriksaan dan penyelidikan benar atau tidaknya laporan ini. Prosesnya sedang kami jalankan. Yang saya pastikan dan saya jaminkan kepada pelapor, bahwa proses akan kita tindaklanjuti manakala memang hal tersebut terbukti benar,” tegas Kapolresta.

Infomasi yang dihimpun di lapangan, awalnya Brigadir DY mengamankan pengendara yang melanggar lalu lintas di Jalan Sultan Hamid, dekat Simpang Garuda pada Selasa 15 September 2020 sekitar pukul 15.00 Wib.

Pengendara yang berboncengan tersebut adalah SW dan YF. Salah satu dari mereka ada yang tidak menggunakan helm ganda. Oleh Brigadir DY, keduanya kemudian dibawa ke Pos Garuda. Selanjutnya, korban akan ditilang namun dia menolak. Mendengar ucapan itu, Brigadir DY langsung berkata “Kalau tidak mau nanti ikut Abang. Nanti kawanmu suruh pergi dulu.”

Sekira pukul 16.00 Wib, Brigadir DY kemudian pergi bersama korban/pelanggar berinisial SW tersebut menuju ke arah Hotel Kapuas Darma. Setibanya di sana, Brigadir DY memesan kamar dan langsung membawa SW masuk kamar.

Saat di dalam kamar, Brigadir DY membuka pakaian setengah dinasnya dan langsung menyetubuhi korban. Tak banyak cerita, setelah melakukan perbuatan asusila tersebut Brigadir DY keluar kamar dan meninggalkan korban sendirian di Hotel Kapuas Darma.

Korban kemudian ditemukan oleh keluarga korban dan YF yang memang sedang mencarinya. Kesal dengan perbuatan ini, korban dan orangtuanya pun memutuskan untuk membuat laporan pidana umum dan secara kedinasan. (oxa)

Comments
Loading...