Kalah dari India, Industri Perikanan Indonesia Hanya Nomor 7 di China

0 112

INIBORNEO, PONTIANAK – Industri perikanan Indonesia baik budidaya maupun hasil tangkap berada pada urutan ketujuh di China. Jika dibandingkan dengan India, jumlah eksportir perikanan Indonesia masih kalah.

Hal ini disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo saat meninjau hasil tangkapan di Statiun Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (9/1/2020).

Edhy bercerita, Dubes China adalah dubes kedua yang diterima pada saat setelah dia dilantik sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan. “Beliau (Dubes China, red) waktu itu membangun komunikasi yang sangat terbuka dan menawarkan banyak hal untuk kerja sama. Beliau sedikit menyampaikan kesulitan sebelumnya bertemu dengan Menteri. Beliau berharap putusnya komunikasi itu segera diperbaiki,” ujar Edhy.

Edhy mengaku siap membangun kembali komunikasi dan kerja sama industri perikanan. “Saya bilang oke. Tapi urusan penangkapan ikan, kami tidak akan buka untuk luar negeri. Dia tahu itu, dan dia akan fokus pada industrinya. Kami akan buka (industri perikanan),” jelas Edhy.

Secara prinsip, kata Edhy, Dubes China banyak menawarkan hal berkenaan dengan teknologi, investasi dan pasar. “Kita di China itu, industri perikanan kita baru nomor tujuh eksportir ke China. Ini yang disesalkan. Kenapa? Karena, negara kita memiliki potensi besar di sektor perikanan budidaya dan tangkap, tapi baru nomor tujuh. Kalah dengan India,” tutur Edhy.

Penguatan industri inilah yang diminta Dubes China kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan, demi kemajuan industri perikanan kedua negara. “Karena pasar di China siap. Sejak itu kami belum berkomunikasi lagi. Karena ini sudah domainnya Menlu. Tapi secara prinsip, saya akan mengikuti arahan pimpinan,” tutup Edhy. (oks)

Comments
Loading...