Jurnalis Harus Patuhi Prokes, Ramses : Tak Ada Berita Seharga Nyawa

0 836

INIBORNEO.COM, Pontianak – Ketua Aliansi Jurnalis Independen Pontianak, Ramses Tobing, mengingatkan agar para jurnalis menaati protokol kesehatan, selama menjalankan tugasnya.

“Aspek kehati2an dalam liputan di masa pandemi harus diutamakan, karena bisa saja tertular dimana dan kapan saja, paling tidak melakukan analisa risiko terlebih dahulu pada lokasi liputan,” ujarnya.

Jurnalis sangat penting melengkapi diri dengan alat pelindung diri (APD). “Jika kemudian harus turun jangan abai pakai masker, siapkan APD lainnya juga,” tambahnya.

Dia mengatakan, dalam situasi saat ini, tugas jurnalis menjadi ujung tombak penyampai informasi kepada masyarakat luas. Namun, prinsip kerja harus diterapkan  dengan berpegang teguh pada protokol kesehatan.

Ramses menambahkan, AJI Indonesia telah mengeluarkan protokol kesehatan bagi jurnalis, tidak hanya pada saat peliputan tapi sampai kemudian menjadi produk jurnalistik. “Pesan lainnya bahwa tidak ada berita seharga nyawa maka penting untuk menjaga keselamatan jurnalis itu sendiri,” paparnya.

Sebagai organisasi profesi yang bertanggung jawab terhadap kebebasan informasi dan juga keselamatan jurnalis, AJI Indonesia telah menyusun Protokol Keamanan Liputan dan Pemberitaan COVID-19 bagi pekerja media di Indonesia agar bisa bekerja dengan aman dan selamat di tengah pandemi virus corona ini.

Materi tersebut dapat diunduh di https://aji.or.id/read/buku/63/protokol-keamanan-liputan-pemberitaan-covid-19.html.

Chistine Juita Sari, jurnalis senior TVRI stasiun Kalimantan Barat, sekaligus ibu seorang anak laki-laki sangat mengedepankan protokol kesehatan, mengantisipasi terpapar Covid-19. “Tips liputan selama pandemi sebenarnya tidak hanya cukup dengan prokes ala 3m saja,” katanya.

Usai liputan, sesampainya di rumah Christin langsung mencuci pakaian, serta mandi. Setelah itu dia baru menemui anak dan suaminya. Konsumsi makanan yang menambah daya tahan tubuh juga dilakukan. Tak hanya itu, dia merasa harus mengkonsumsi suplemen agar tetap prima.

“Positif dalam berpikir serta tetap berbahagia juga salah satu kuncinya. Selanjutnya, kita serahkan kepada Tuhan, dengan berdoa agar tetap terjaga iman pribadi kita sehingga tidak selalu membenarkan rasa ketakutan dan cemas berlebihan,” katanya.

Jika harus meliput di zona waspada, katanya, dia harus mengetahui posisi kasus konfirmasi Covid-19 yang ada di daerah tersebut. Tak hanya itu, kewaspadaan dan kepedulian untuk kepentingan tracing dan testing sangat penting dengan mengetahui apa saja hal-hal yang terjadi di sekitar rumah.

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengatakan 62 persen keberhasilan program sosialisasi perubahan perilakuprotokol kesehatan bisa dilakukan berkat peran jurnalis.

“Sebanyak 62 persen keberhasilan program sosialisasi COVID-19 di Indonesia bisa dilakukan karena dibantu oleh para jurnalis yang mampu menangkal berbagai hoaks terkait COVID-19 di Indonesia. Menurutnya, jurnalis memiliki peran sebagai agen perubahan perilaku untuk penanggulangan pandemi COVID-19.

Wakil Presiden Ma’ruf Amin, menambahkan, insan pers memiliki peran sentral sebagai kunci sukses untuk menyosialisasikan penerapan protokol kesehatan di tengah masyarakat. Maka, dia meminta dukungan para insan pers agar bisa mendukung sosialisasi vaksinasi agar masyarakat memahami pentingnya vaksinasi tersebut untuk pencegahan penanggulangan COVID-19 di tengah masyarakat.

ASEANTY PAHLEVI

Comments
Loading...