Industri Keuangan Kalbar Bertumbuh, Intermediasi Perbankan Capai 89 Persen

0 69

INIBORNEO, Pontianak – Kondisi industry keuangan di Kalimantan Barat relative baik dan tumbuh sepanjang tahun 2019. Tingkat intermediasi perbankan mencapai 89 persen, dari 60 perbankan dan Bank Perkreditan Rakyat yang ada.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalbar Moch Rizky F Purnomo, menyebutkan, sepanjang 2019 nilai pinjaman mencapai Rp54,47 triliun, sedangkan dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp60,78 triliun. Industri Keuangan Non Bank (IKNB) saat ini berjumlah 103 dengan piutang pembiayaan Rp6,75 triliun.

Otoritas Jasa Keuangan Kalimantan Barat memaparkan bahwa kondisi industri keuangan di wilayah itu selama 2019 relatif baik dan tumbuh. Ia menyebutkan bahwa untuk industri bank pada 2019, dilihat dari nilai pinjaman mencapai sebesar Rp54,47 triliun. Kemudian untuk Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp60,78 triliun.

“IKNB memiliki kontribusi asuransi Rp1,2 triliun dan jumlah klaim asuransi Rp731 miliar,” kata Rizky, saat jumpa pers, Kamis 30 Januari 2020. Saat ini, terdapat 11 perusahaan efek, dengan 17.464 Single Investor Identification (SID). Dari jumlah tersebut, terhimpun volume transaksi pasar modal di Kalbar mencapai Rp7,39 triliun.

Di Kalimantan Barat, terdapat unit layanan keuangan tanpa kantor, yakni program Lakupandai, dengan 22.042 agen. Di Lakupandai sudah tercatat 219.011 rekening BSA dan memiliki 693 debitur kredit mikro. Sesuai dengan amanat Presiden, Kalimantan Barat telah membentuk dua Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) yakni pertama di Provinsi Kalbar dan kedua di Kubu Raya. Kedepannya, akan dibentuk TPAKD di setiap kabupaten/kota di Kalimantan Barat.

Comments
Loading...