Gen Z Dituntut Untuk Menguasai Literasi Digital

0 232

INIBORNEO, Pontianak – Umumnya Gen Z hanya dikenal dengan generasi nunduk karena kecanduan dalam menggunakan smartphone. Kebiasaan tersebut mampu membawa dampak negatif seperti menciptakan konten negatif, bullying bahkan kriminalitas. Oleh karena itu, literasi digital menjadi penting agar Gen Z tidak tersesat dalam menggunakan teknologi digital.

Literasi sendiri bukan hanya sekedar kecakapan yang melibatkan kemampuan menggunakan perangkat tekonologi, informasi dan komunikasi tetapi juga kemampuan bersosialisasi, memiliki kemampuan dalam pembelajaran dan memiliki sikap berpikir kritis, kreatif serta inspiratif sebagai kompetensi digital.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kalimantan Barat, Sukaliman, menyampaikan, “Literasi digital tidak hanya mengetahui bagaimana cara membuat, namun juga cara memilih media yang tepat untuk mengolah dan menyebarkan informasi. Karena itu Gen Z harus cerdas agar tidak terjebak seperti dibongkar informasi pribadi atau ditipu.

Untuk mengembangkan literasi digital diperlukan empat aspek yakni pemahaman bagaimana memahami fungsi-fungsi dari teknologi, saling ketergantungan kepada media lain, faktor sosial dan kurasi.

Hasil survey Asosiasi Penyelenggara Jasa Informasi Indonesia (APJII) pada tahun 2017 menunjukkan bahwa 143,26 juta jiwa penduduk Indonesia yang menggunakan internet. Hal ini menjadi bukti bahwa kini internet sangat dekat dengan sekitar. Akan sangat disayangkan jika pengguna internet tidak memiliki pengetahuan tentang literasi digital maupun bisnis yang berkembang di dalamnya.

Kurangnya literasi digital pun memancing banyaknya hoax yang bermunculan. selain merugikan, hoax juga berpotensi kriminalitas yang mana dibisa dikenakan KUHP, Undang-Undang No.11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), Undang-Undang No.40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, serta tindakan ketika ujaran kebencian telah menyebabkan terjadinya konflik sosial. Motif seseorang menyebarkan hoax ada bermacam, bisa karena uang (clickbait), politik, ideologi, kebencian maupun hanya iseng semata.

Sebagai generasi yang harus menguasai literasi digital, Gen Z juga perlu mengetahui etika dalam bermedia sosial, yaitu:

  1. Jangan mengumbar hal pribadi
  2. Hindari kata-kata kotor, debat kusir, hasutan, dusta dan opini negatif
  3. Jangan menyebarkan konten pornografi dan SARA
  4. Saring sebelum sharing (UU ITE)
  5. Jangan plagiat (UU Hak Cipta)
  6. Pahami konten secara menyeluruh
  7. Opini dengan fakta dan data
  8. Jangan gunakan nama samara (UU KUHP Pasal 378)

Sukaliman juga menambahkan bahwa ia berharap orang-orang yang telah paham mengenai literasi digital dapat memberitahu lingkungan sekitarnya sehingga dapat mencegah terjadi peyebaran hoax ataupun kerugian lainnya.

Comments
Loading...