Menu
Ini Borneo
banner 728x250

Frantinus Nirigi Diragukan Bercanda Soal Bom di Lion Air

  • Bagikan
banner 468x60
TEMPO.COPontianak – Bekas dosen pembimbing Frantinus Nirigi, Dr Pardi MAD, meragukan eks mahasiswanya tersebut bercanda soal bom dalam pesawat Lion Air di Bandara Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat.

“Memang bicaranya cepat. Saya saja selalu minta dia mengulang kalimat jika ada yang tidak jelas. Jadi mungkin saja salah dengar,” ujar dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tanjung Pura tersebut Selasa, 29 Mei 2018.

banner 336x280

Hingga berita diturunkan Nirigi masih diperiksa aparat Kepolisian Resor Kota Pontianak. Dia diduga menyebutkan ada bom di pesawat, Senin malam 28 Mei 2018. Beredar viral bahwa Nirigi sebenarnya tidak pernah menyebut kata ‘bom’.

Kepala Polresta Pontianak, Ajun Komisaris Besar Wawan Kristiyanto mengatakan pihaknya masih memeriksa Nirigi. Ditanya mengenai kemungkinan adanya kesalahpahaman antara pramugari atau para penumpang terhadap perkataan Nirigi, Wawan tidak bersedia menjelaskan lebih lanjut. “Informasi-informasi seperti ini jangan terlalu dibesarkan,” ujarnya. Namun dia memastikan kepolisian tetap proporsional dan menyelidiki semua kemungkinan dalam kasus ini.

Di media sosial maupun aplikasi pesan muncul dugaan Nirigi tidak pernah berteriak ada bom di dalam tasnya. Dia hanya mengatakan bahwa di dalam tasnya terdapat tiga buah laptop. “Hati-hati Bu, ada laptop,” begitu dugaan perkataan Nirigi.

Namun, dialek timur Nigiri yang berbicara cepat, diperkirakan terdengar berbeda oleh beberapa penumpang dan pramugari. Sehingga terjadi kericuhan. Salah seorang penumpang bahkan membuka pintu darurat atas inisiatif sendiri, karena panik.

Beredar pula video pramugari Lion Air, yang tengah memberikan penjelasan kepada Bernard Munthe, Manager Operasional PT AP II Bandara Internasional Supadio Kubu Raya. Dari video, pramugari itu menyebutkan, keadaan panik dan penumpang tidak bisa ditenangkan. Para pramugari sedang tidak berada di posisi dekat pintu darurat, sehingga tidak bisa mencegah pintu tersebut dibuka. “Saya sudah menjelaskan dengan pengeras suara agar keluar dari pintu,” katanyanya.

Informasi di lapangan yang dihimpun Tempo menyebutkan kepolisian kesulitan memeriksa saksi-saksi yang tak lain adalah para penumpang dari pesawat Lion Air JT 687 tersebut. Pasalnya, sekitar pukul 21.00 WIB, para penumpang diberangkatkan ke tujuannya dengan menggunakan pesawat lainnya. “Jika apa perkembangan, nanti akan dirilis,” kata Wawan.

source : Tempo.co

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *