Dukun & Staf Kepresidenan Palsu Menipu Rp320 Juta pada Rekrutmen Polisi

0 463

INIBORNEO, Jakarta – Sodikun (67) mengaku sebagai dukun, bekerjasama dengan M Ali Nurdin, yang mengaku sebagai staf kepresidenan melakukan penipuan terhadap orangtua calon Bintara Polri 2018. Korban atas nama Jumono asal Purbalingga Jawa Tengah telah memberikan uang sebesar Rp320 Juta agar anaknya Fani Mega Cahyono yang gagal seleksi polisi di Polda Jateng, dapat lulus kembali.

Lucunya, kedua tersangka sempat bertikai lantaran pembagian uang hasil penipuan. Bahkan Sodikun membuat laporan polisi. Sodikun merasa Ali melakukan pengancaman. “Keduanya saat ini sudah diproses pidana oleh Direktorat Kriminal umum Polda Jateng, dijerat dengan pasal 372 jo pasal 378 KUHP,” ungkap Asistem Sumber Daya Manusia Polri, Irjen Arief Sulistyanto. Penyidik masih mendalami kemungkinan adanya korban-korban lain dari kedua tersangka ini.

Arief mengatakan, Polri saat ini sedang melaksanakan seleksi anggota Polri yang bersih, transparan, akuntabel dan bebas dari KKN. “Tidak ada peluang bagi panitia untuk bisa melakukan penyimpangan karena semua hasil akan real time diumumkan,” tambahnya.

Semua peserta seleksi dan orang tua/walinya dapat langsung mengetahui nilai mereka dan juga nilai-nilai peserta seleksi lainnya. Polri sudah melakukan sosialisasi besar-besaran untuk mencegah munculnya korban penipuan terkait seleksi anggota Polri.

Jumono, si pelapor, mengatakan Sodikun mampu membantu dengan syarat menyiapkan uang sebesar Rp350 juta.  Sodikun mengaku mempunyai kenalan ‘orang besar’ yang dapat membantu meluluskan. “Orang besar tersebut adalah Ali Nurdin, yang disebut juga ‘orang Mabes’ untuk menjerat mangsanya,” katanya.

Selanjutnya dua minggu kemudian Jumono memberi uang sebesar Rp320 kepada Sodikun. Sodikun memberikan uang Rp100 juta kepada Ali. Merasa kurang, dia lantas mengancam Sodikun dengan pistol airsofgun. Sodikun pun melaporkan kejadian pengancaman oleh polisi, walau tidak semuanya diceritakan oleh polisi lau lintas. Tim Jatanras mengamankan Ali saat akan berangkat ke Jakarta pada hari Senin tanggal 9 Juli 2018. ®

 

Comments
Loading...