Dua Ibu Ini Eksploitasi Anak Kandung Jadi Pengemis

0 133

INIBORNEO, Pontianak – AG dan LE tertangkap basah telah memanfaatkan anak kandung mereka untuk menjadi pengemis di jalanan. Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah bersama Dinas Sosial Pontianak, mengamankan kedua ibu tersebut.

“Kedua ibu rumah tangga ini berdomisili di Pontianak Timur dan sudah diamankan oleh KPPAD Kalbar dan Dinas Sosial Kota Pontianak pada Senin, 17 Februari 2020 malam,” komisioner KPPAD Kalbar, Divisi Data Informasi dan Pelayanan Pengaduan, Alik R Rosyad.

Anak mereka, AR dan IA disuruh mengemis di perempatan Jalan Dr Sutomo, Kotabaru. Hasil yang didapat per sekali turun kurang lebih Rp80 ribu. Dalam seminggu AG dan LE, menyuruh anaknya mengemis sebanyak empat kali. Waktunya, sehabis Magrib sampai pukul 22.00 WIB.

Adapun anak dari AG yang dijadikan pengemis itu, masih berumur 10 tahun. Sedangkan anak LE masih berumur 9 tahun. Dan kedua ibu rumah tangga itupun, sudah sering ditertibkan.

Bahkan Dinas Sosial, kata Alik, sudah berkali-kali melakukan pembinaan terhadap keduanya. Sehingga, penanganan awal kasus eksploitasi terhadap anak itu sempat diarahkan untuk diproses hukum.

Sebab jelas keduanya terbukti secara sah melanggar Undang-Undang Perlindungan Anak, Nomor 35 Tahun 2014 Pasal 76 huruf i, tentang eksploitasi anak di bidang ekonomi. Pelanggaran Pasal itu ada sanksi pidananya. Yaitu maksimal 10 tahun penjara dan denda Rp200 juta.
Namun, setelah dimintai keterangan bersama pihak kepolisan
dan Dinas Sosial, kedua ibu rumah tangga itu, meminta maaf. Mereka berjanji tidak mengulangi lagi perbuatannya.

“Atas pertimbangan kemanusiaan, kemudian mereka punya anak yang harus dipelihara dan dijaga, maka kami bersepakat tidak meneruskan proses hukumnya,” jelasnya. Tetapi, kedua ibu rumah tangga tersebut harus menandatangai surat pernyataan berjanji tidak mengulangi perbuatannya. Apabila mereka kita temukan lagi, maka tidak perlu lagi ditoleransi. “Kita akan proses hukum,” ujarnya.

Tak lupa Alik juga menambahkan, bahwa kedua ibu rumah tangga tersebut sejatinya sudah mendapat program Pendampingan Keluarga Harapan (PKH) dari Pemerintah Kota Pontianak.

Comments
Loading...