Bank Indonesia Gelar Fashion Show Virtual Kain Tradisional

0 165

INIBORNEO.COM, Pontianak – Pembatasan sosial tidak menjadi penghalang untuk berkreasi dan berkarya. Kamis 17 Desember 2020, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kalbar menggelar Virtual Fashion Show dan Penutupan Pelatihan Desain dan Jahit dalam rangka hilirisasi produk kain tradisional Kalimantan Barat.

“Di tengah pandemi saat ini, geliat UMKM Kain Tradisional harus didorong tidak hanya dari sisi kualitas namun juga kuantitas produksi demi peningkatan kesejahteraan pelaku UMKM dan mendukung perkembangan ekonomi serta penciptaan pariwisata sebagai gerakan ekonomi baru,” ungkap Kepala KPwBI Kalbar, Agus Chusaini.

Bank Indonesia senantiasa terus mendorong pengembangan komoditas unggulan lokal dari waktu ke waktu. Satu di antaranya, yaitu kain tradisional/fashion. Agus menambagkan, Bank Indonesia menyadari bahwa, geliat UMKM wastra Kain Tradisional harus didorong tidak hanya dari sisi kualitas, namun juga kuantitas produksi demi peningkatan kesejahteraan pelaku UMKM dan mendukung perkembangan ekonomi serta penciptaan pariwisata sebagai gerakan ekonomi baru.

Oleh karena itu, KPw BI Provinsi Kalbar sejak 2017 telah mendekatkan diri kepada UMKM Kain Tenun Tradisional di Kabupaten Sambas, yaitu Kelompok Perajin Tenun dari Desa Sumber Harapan, Kecamatan Sambas, Kabupatan Sambas.

Awal mula mitra kelompok pengrajin menjadi mitra dampingan pada tahun 2017, dimana Bank Indonesia Kalimantan Barat memberikan bantuan mealui Program Sosial Bank Indonesia berupa alat tenun dan peralatan pendukung kepada sekitar 30 orang perajin.

Selanjutnya pada tahun 2019 dan 2020 Bank Indonesia melakukan pendampingan yang lebih intensif dan bekerjasama dengan Dekranasda dan PemKab Sambas.

“Bank Indonesia juga memberikan bantuan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM), pelatihan penggunaan ATBM, Pelatihan pewarnaan alam, pelatihan produksi bersama Desainer Nasional, revitalisasi Rumah Tenun dan promosi dalam bentuk pameran dan/atau fashion show skala nasional maupun internasional,” terangnya.

Pelatihan yang digelar Bank Indonesia telah dilaksanakan dalam 14 hari kegiatan, dengan jam pelajaran sekitar 100 jam. Adapun peserta kegiatan yang berhasil mengikuti seluruh program pelatihan berjumlah total 37 peserta, dengan rincian, 19 peserta program desain dan 18 peserta program jahit.

Peserta program ini berhasil menyerap ilmu dan mengaplikasikan dengan sangat baik. Pihaknya juga mencatat, narasumber kegiatan pelatihan Wignyo Rahadi dan tim mengapresiasi keseriusan serta kualitas peserta program dari Kalbar, dibandingkan dari provinsi lainnya.

Agus berharap agar setelah program ini, masing-masing peserta dapat terus meningkatkan usaha fashionnya. Kemudian, membentuk suatu komunitas bisnis atau usaha bersama dan dapat menghasilkan produk ready to wear yang berkualitas tinggi untuk menunjang perkembangan industri wastra asli Kalbar.

ASEANTY PAHLEVI

 

Comments
Loading...