Balita 2 Tahun dan Orang Tuanya Positif Covid 19, Ketapang Waspada Zona Merah

0 256

INIBORNEO.COM, Ketapang – Kabupaten Ketapang menuju zona merah Covid 19, butuh kerjasama masyarakat untuk bersama – sama memutus rantai penyebaran virus ini agar tak semakin menyebar.

seorang balita berusia 2 tahun dan kedua orang tuanya, terkonfirmasi positif 19. Mereka sekeluarga merupakan bagian dari 6 warga baru Ketapang yang positif Covid 19. Dengan penambahan ini, jumlah kasus positif di Ketapang menjadi 11 kasus.

Hal ini disampaikan Juru bicara gugus tugas percepatan Penanggulangan Covid 19 Ketapang Rustami,  dalam keterangan pers di posko covid 19 Ketapang, Jumat 24 April 2020.

Penambahan kasus positif Covid 19 di Ketapang ini, menyusul keluarnya hasil pemeriksaan swab dari Balitbangkes Jakarta. Selain yang positif ,terdapat 2 warga Ketapang yang negatif Covid 19 pemeriksaan swab nya.

Penambahan 6 kasus tersebut yakni:

  1. Pasien 06 , AY berusia 38 tahun, laki laki beralamat Kelurahan Tuan Tuan, Benua Kayong.
  2. Pasien 07, NG berusia 60 tahun, laki laki, alamat Kelurahan Mulia Baru, Delta Pawan.
  3. Pasien 08, TSM, usia 61 tahun, laki laki, Alamat Kelurahan Kauman, Benua Kayong.
  4. Pasien 09, IMY usia 44 tahun, laki laki , alamat Kelurahan Kauman ,Benua Kayong.
  5. Pasien 010 , berinisial A, usia 31 tahun, perempuan. Merupakan istri pasien 09.
  6. Pasien 011, inisial K, berusia 2 tahun, perempuan, merupakan anak dari pasangan pasien 09 dan 010.

Diungkapkan Rustami, pasien – pasien positif tersebut saat ini menjalani perawatan intensif di RSUD Agusjam. Sebelumnya mereka menjalani isolasi di rumah singgah di PT. BSM.

” Kondisi mereka dalam keadaan sehat, termasuk balita berusia 2 tahun tersebut,” kata Rustami, menjawab media usai konfrensi pers.

Selain menginformasikan adanya penambahan kasus Positif Covid 19 Ketapang, Rustami juga mengabarkan, berdasarkan pemeriksaan laboratorium atas swab, didapat 2 pasien negatif. Yakni:

  1. Inisial Y, laki laki, usia 44 tahun beralamat di Kelurahan Sampit ,Delta Pawan, berstatus PDP yang pernah dirawat di RSUD Agusjam, kemudian wafat tanggal 12 April 2020, sebab kematian bukan karena Covid 19. ( Informasi ini, sekaligus meralat tejadi kekeliruan alamat saat live konfrensi pers, yang menyebutkan alamat Kelurahan Kalinilam).
  2. Seorang perempuan, inisial R, usia 24 tahun, beralamat di Desa Kepuluk, Kecamatan Sungai Melayu, juga pernah dirawat di RSUD Agusjam Ketapang, dan sekarang menjalani isolasi mandiri.

Sementara untuk PDP, tidak terjadi penambahan. Per 24 April 2020 total PDP 28 orang di Ketapang, tersebar di Kecamatan Delta Pawan (7orang), Nanga Tayap (7 orang), Benua Kayong (6 orang), Sungai Melayu Rayak (3 orang), Sandai ( 3orang), Muara Pawan ( 1 orang) dan Marau (1 orang).

Sementara ODP, terjadi lonjakan tajam, terdapat penambahan 127 orang. Sehingga total ODP Ketapang per 24 April sebanyak 745 otang. Sedangkan yg telah menyelesaikan pantau 116 orang.

Mengutip ketentuan dari WHO, Rustami mengatakan, badan kesehatan dunia ini membagi penyebaran Covid 19 dalam 4 zona.

  1. Zona hijau : Tidak terdapat kasus Covid 19
  2. Zona kuning : Telah terdapat kasus Covid 19
  3. Zona oranye : Mulai terjadi penularan ke orang – orang sekitar
  4. Zona merah : Penyebaran menyeluruh

Rustami mengatakan, zona merah ditetapkan oleh otoritas setempat, dan biasanya diikuti dengan kebijakan lockdown atau PSBB.

Sementara itu, sampai dengan 25 April 2020 tidak terjadi penambahan orang yang terkonfirmasi Covid 19, sehingga total komulatif positif Covid 19 di Ketapang ada 11 orang. (Yas/24/4/2020)

Comments
Loading...