Audiensi USAID MADANI dan Pemerintah Kota Singkawang

0 873

INIBORNEO.COM, Singkawang – Pada tanggal 18 Maret 2021, USAID MADANI mengadakan kegiatan audiensi dengan pemerintah Kota Singkawang untuk membahas kolaborasi dan kerjasama dalam pembangunan Kota Singkawang, dan juga dukungan terhadap implementasi program MADANI di daerah tersebut.

Pertemuan koordinasi ini dilakukan melalui aplikasi zoom (daring) di Ruang TCM Pemkot Kota Singkawang dan dihadiri oleh tim USAID MADANI, PKBI Kota Singkawang, PD Aisyiyah dan ForBERANI.  Seyogyanya kegiatan ini dihadiri Walikota dan Sekda, namun karena Walikota dan Sekda masih dalam perjalanan dari Palu, sehingga kegiatan tersebut diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Bpk. Libertus dan pihak Kesbangpol diwakili oleh Bpk. Edi Prawoko.  Selain itu juga hadir Kadis Kesehatan Bpk. Barita PO, perwakilan dari Dinas Pariwisata dan Olah Raga, Dinas Pendidikan, dan perwakilan Bappeda.

Pertemuan tersebut dibuka oleh Kesbangpol dengan harapan agar program USAID MADANI dapat mendorong adanya peningkatan perbaikan OMS, seperti diketahui OMS yang terdata di Kesbangpol ada 72 OMS.  Kesbangpol berharap agar OMS dapat bersinergi dan memberikan kontribusi maksimal kepada Kota Singkawang.

Audiensi ini juga akan meliputi isu-isu tematik yang telah ditentukan dan diskusi tanya jawab. Dari pertemuan tersebut pada prinsipnya Pemkot Singkawang sangat menyambut baik keberadaan program USAID MADANI.  Mereka berharap program tersebut dapat benar-benar mendorong adanya perbaikan dan peningkatan kapasitas OMS dan ForBERANI dapat memberikan kontribusi yang besar dan dapat menjadi contoh bagi OMS yang lain.

USAID MADANI merupakan program yang diselenggarakan selama 5 tahun yang didukung oleh United States Agency for International Development (Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat) dan dirancang untuk memperkuat akuntabilitas pemerintah dan mendorong keberagaman sosial di Indonesia. Untuk mencapai hal ini, USAID MADANI akan bekerja erat dengan OMS untuk (1) memperkuat kapasitas, efektivitas serta efisiensi kerja organisasi; (2) meningkatkan legitimasi OMS di mata pemerintah daerah dan masyarakat; dan (3) meningkatkan lingkungan yang memberdayakan bagi masyarakat sipil dan memobilisasi sumber daya lokal untuk mendukung keberlanjutan OMS agar dapat membawa perubahan sosial yang sangat dibutuhkan. USAID MADANI melakukan kegiatannya di 32 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Barat.

Comments
Loading...