A Tribute To Sugeng Hendratno Resmi Digelar

0 219

Pontianak – Pameran fotografi dan lukisan beserta peluncuran buku “Eksotik Borneo” resmi dibuka oleh Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga Dan Pariwisata Kalbar, Natalia Karyawati, Jumat (13/12/2019). Pameran yang bertajuk “A tribute to Sugeng Hendratno” ini, akan berlangsung hingga 15 Desember 2019 di Canopy Center, Pontianak.

“Selama 3 hari kedepan adalah cara kita untuk menghargai almarhum. Saya ingin mengajak semua yang Ada disini until melihat pesan-pesan beliau melalui hasil bidikan beliau semasa hidup,” ucap Hermayani Putera, koordinator kegiatan.

Ada 144 karya foto hasil jepretan Sugeng serta 3 lukisan yang dipamerkan. Ada tiga tema besar yang diangkat, aktivitas manusia di Rumah Betang Ensaid Panjang di Sintang, flora dan fauna serta budaya, manusia dan lingkungan. Di pameran ini, pengunjung juga bisa mengagumi hasil karya Sugeng yang sempat dipamerkan di Galeri Nasional.

Latar belakang kegiatan ini merupakan inisiasi sekumpulan fotografer, aktivis, jurnalis, art design dan anak-anak muda milenial yang terhimpun dalam “A Tribute to Sugeng Hendratno”. Pameran tersebut mengusung beberapa lukisan dan sejumlah karya foto Sugeng Hendratno semasa hidup. Sugeng Hendratno adalah seorang fotografer alam liar dari Kalimantan Barat yang meninggal pada 20 Juli 2019 lalu.

Sugeng meninggal dalam usia 55 tahun, dikenal sebagai sosok yang akrab dipanggil “babeh” oleh anak-anak muda dan dikenal sangat dekat dengan banyak komunitas yang ada di Kalbar.

Ia bercita-cita membukukan foto-foto karyanya selama 24 tahun berkecimpung sebagai fotografer alam liar. Untuk merealisasikan impian yang belum terwujud itu, para fotografer, aktivis, jurnalis, art design, dan anak-anak muda milenial yang mengenal baik sosok Sugeng Hendratno, berkumpul dan merealisasikan impian itu, maka terbitlah buku “Eksotik Borneo”.

“Kegiatan ini lahir dalam rangka menghargai almarhum dengan karya-karyanya. Almarhum adalah seorang penyaksi Dan pencatat masih ada optimisme di bumi Borneo. Karena itulah masih penting untuk menghadirkan beliau,” kata Hermayani Putra.

Hermayani menambahkan, “A Tribute to Sugeng Hendratno” juga bertujuan melanggengkan keragaman hayati, lingkungan, sosial dan budaya di wilayah Borneo atau Kalimantan, melalui foto-foto hasil bidikan Sugeng Hendratno.

Tidak hanya Pameran, kegiatan ini juga dirangkai dengan seminar lingkungan dalam ruang lingkup fotografi pada Sabtu (14/12) dan pada Minggu (15/12) diadakan bedah buku “Eksotik Borneo” dan workshop Fotografi menjadi media pemberdayaan, yang menghadirkan pembicara Dr Irwandi seorang Doktor pertama di bidang fotografi potret di Indonesia.

Comments
Loading...