Akhirnya, Epen Orangutan Kembali Ke Rumahnya

0 164

INIBORNEO, Ketapang – Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Barat, melepasliarkan satu individu orangutan bernama Epen. Epen merupakan salah satu orangutan yang di rescue di Desa sungai Besar pada tanggal 30 november 2019 yang lalu.

Keberadaan Epen sebenarnya sudah dilaporkan beberapa bulan sebelumnya oleh warga karena sering masuk dalam perkebunan warga setempat. Berdasarkan pemantauan warga dan tim YIARI Ketapang kondisi Epen Nampak dalam keadaan tidak baik, terlihat tidak bisa berjalan dengan baik dan selalu terjatuh.

Kondisi Epen tidak memungkin kan utuk dilakukan translokasi langsung ke habitatnya mengingat kondisi dari hasil pemerikasaan dilapangan, beberapa area sudah terfragmentasi kan oleh bekas kebakaran pada tahun 2015 yang lalu.

Sehingga tim yang terdiri dari Wildlife Rescue Unit BKSDA SKW I Ketapang beserta Tim Medis YIARI untuk merescue memutuskan untuk dilakukan karantina sembari observasi tingkat lebih lanjut pada pusat rehabiltasi Orangutan.

Pada Tanggal tanggal 20 Januari 2019 akhirnya Epen dapat kembali pulang dengan habitat yang baru. Mengingat Epen merupakan orangutan liar sebelumnya. Setelah melewati proses karantina dan beberapa hasil pemeriksaan dari observasi, kini Epen kembali dalam kondisi sehat.

Epen diilepasliarkan di Kawasan Hutan Lindung Tarak Kabupaten Ketapang, disaksikan oleh tim WRU BKSDA SKW I Ketapang, Dinas Kehutanan KPH Ketapang Selatan dan YIARI Ketapang.

Sadtata Adirahmanta, selaku kepala Balai KSDA Kalimantan Barat menyampaikan sudah saatnya manusia harus berubah. “Sudah waktunya manusia mulai sadar bahwa mereka sedang membunuh dirinya pelan-pelan. Semua bencana alam, konflik satwa dan lain sebagainya hanyalah pesan,” jelasnya.

Pesan yang disampaikan oleh alam bahwa kehidupan sedang bermasalah dan tidak baik-baik saja. Perusakan habitat satwa, yakni hutan, pada akhirnya akan menyengsarakan manusia juga.

“Ingat lah.. bahwa konflik-konflik satwa dan manusia hanyalah pesan bahwa kita bersama sama sedang menuju pada kepunahan,” jelasnya.

Selain itu, kawasan yang dipilih sebagai lokasi pelepasliaran sudah di lakukan observasi dalam penentuan sumber makanan bagi Epen untuk melanjutkan hidup di alam bebas, serta memungkinkan untuk berkembang biak, mengingat ada individu orangutan lain yang juga terdeteksi berada di sekitar lokasi pelepasliaran. (*)

Comments
Loading...