Jadi Catar Berintergitas, Hillary Jujur Laporkan Nilainya Berlebih

Harapan Indonesia Untuk Polri Yang Jujur dan Berintegritas

0 259

 

INIBORNEO, Jakarta– Hillary Cornelia Anggito Nataliza Naibaho (18) terkejut setelah namanya dipanggil ke podium. Dia menerima penghargaan Calon Taruna Berintegritas.

Setelah di podium, Hillary baru ingat saat dia tes renang. Tim seleksi telah mempersiapkan scenario untuk ujian kejujuran ini. Hillary terpilih secara acak. Hasil tes renangnya kelebihan poin. Tertulis nilai tes renangnya 23 detik. Padahal dia mendapatkan nilai 33 detik. Sepuluh detik ditulis lebih cepat.

“Saya tidak ingin menang dengan cara tidak fair,” tukar Hillary kepada media. Dia pun memberanikan diri untuk menyampaikan kepada tim penilai. Hingga penghargaan Catar Berintegritas pun diraihnya.

Bahkan, panitia membuat skenario dengan menggelar siding atas aduan Hillary tersebut. Tak gentar, Hillary tetap pada prinsipnya. Asistem Sumber Daya Manusia Kapolri, Inspektur Jenderal Polisi Arief Sulistyanto memberikannya tradisi Kadga Pora. Kadga adalah semacam pedang pendek yang berwarna luar kuning emas dilengkapi dengan rantai kecil. Tradisi ini sangat sacral di dalam Akademi Kepolisian.

Arief Sulistiyanto menempuh jalan pedang. Jalan sunyi yang tidak banyak dilalui. Tekadnya adalah mewujudkan sumber daya Polri yang unggul dan kompetitif. “Saya harap ini jadi benchmark, acuan, bagi yang lain bahwa kejujuran adalah yang nomor satu,” kata Arief.

Dia menekankan, pentingnya integritas dalam seorang periwa kepolisian. Terlebih para perwira ini akan membawahi beberapa personel Polri. “Kepandaian tanpa integritas adalah kesia-siaan. Percuma jadi perwira yang pandai selangit tapi tukang bohong, sehingga integritas menjadi pegangan,” ujarnya.

Hillary adalah satu dari 30 taruni Akpol yang dilatik pada 27 Juli lalu, bersama 220 taruna Akpol. Sebelumnya, mereka dan orangtuanya telah menandatangi pakta integritas pada 4 Juli 2018 untuk berkomitmen menjalani proses seleksi calon anggota Polri dengan jujur.

“Saya sadar bahwa bersikap dan bertindak normatif pasti ada yang tidak suka. Tetapi saya tidak perduli kalau saya akan dimusuhi oleh teman, senior dan orang lain karena saya menetapkan suatu sistem yang sesuai dengan norma yang berlaku,” tukasnya.

Arief berharap Hillary dan rekan-rekan satu angkatannya dalam menjadi insan Polri yang baik. Sebab, syarat agar dapat menjadi perwira yang profesional, tidak cukup hanya satu aspek saja, tetapi harus memiliki 3 kriteria, yaitu ‘tanggap tanggon trengginas’.

Tugas dari Kapolri Jenderal Tito Carnavian yang diemban Arief untuk membenahi SDM Polri, dimulai drai proses rekrutmen untuk memilih calon anggota Polri yang berkualitas dan berintegritras. Landasan moral yang berintegritas ini akan melandasi dan menjadi pengingat kalian saat menjadi Taruna dan kelak setelah menjadi perwira.

Keberadaan Hillary dan rekan-rekannya, memberikan harapan bagi Indonesia pada Polri yang lebih baik, setelah didera banyak kasus yang dilakukan oknum polisi yang mencoreng nama baik institusi.

Comments
Loading...