1 Orang Pengunjung Warkop Positif Corona

0 93

INIBORNEO.COM, Sintang – Dari ratusan pengunjung warkop yang telah menjalani rapid tes kemarin (7/11), ada 8 orang pengunjung warkop reaktif yang lanjut menjalani tes swab PCR, Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Sintang Florentinus Anum menjelaskan bahwa 8 orang yang reaktif tersebut berasal dari Pontianak.

“8 orang ini kita lakukan tes swab, ternyata hasilnya 1 orang positif covid-19. Dan pasien ini sesuai KTP nya berasal dari Kubu Raya,” katanya saat ditemui wartawan di Pendopo Bupati Sintang (10/11).

Florentinus anum juga menjelaskan bahwa sesuai protap yang ada sudah dilaporkan dan juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya dan Dinas Kesehatan Kota Pontianak.

“Tim disana akan melakukan tracking terhadap teman dan keluarga yang bersangkutan. Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar akan melakukan pelacakan terhadap keberadaan yang bersangkutan untuk dirawat di Kubu Raya” katannya.

Untuk yang terkonfirmasi Positif, kata Florentinus Anum, yang bersangkutan akan segera dicari untuk diisolasi. Karena yang bersangkutan usai di swab langsung pulang ke Pontianak. “Saya menghimbau agar yang bersangkutan untuk bisa segera menyerahkan diri ke Dinas Kesehatan setempat untuk dirawat,” tuturnya.

Florentinus Anum mengatakan, dengan adanya pengunjung warung kopi yang positif covid-19. Ia mengambil sikap tegas terhadap operasional warkop tersebut berupa penutupan sementara, “Paling tidak 7 hari ditutup dan Satgas akan lakukan sterilisasi,” tegasnya.

Satu dari tiga pelaku perjalanan dari Pontianak terkonfirmasi positif corona ini terungkap berawal dari hasil razia Satgas Penanggulangan Covid-19 di salah satu warkop di Sintang pada Sabtu, 7 November 2020 lalu.

“Dengan adanya kasus ini,  maka warung kopi menjadi tempat penyebaran covid-19 yang sangat potensial. Makanya ada langkah yang harus kita terapkan untuk supaya fasum atau warkop dapat atur jarak dan tidak berkerumun. Batasi waktu aktivitas malam. Soal memakai masker sudah baguslah, yang belum inikan jaga jarak. Satu meja masih 4 kursi, yang seharusnya diisi 2 kursi. Pengunjuk tidak diukur suhu tubuhnya karena pengelola warkop tidak menyediakan thermo gun. Saya minta juga, kalau ada pengunjung tempat usaha yang tidak menggunakan masker, agar diberikan masker oleh pengelola atau dilarang masuk,” tegas Florentinus Anum.

Saya juga minta lanjut Florentinus Anum, agen transportasi bus dan taksi memberlakukannya terhadap calon penumpang. Sebelum naik bus atau taksi, harusnya sudah diperiksa, minimal sehat secara fisik, dan cek suhu badan.

Comments
Loading...